REVIEW
Apa
Bentuk Komitmen Saya Kepada Islam
Karya
: Dr. Fathi Yakan
Menjadi muslim yang baik tidak cukup
hanya dengan mengandalkan faktor keturunan, identitas, atau penampilan luar.
Untuk menjadi muslim yang sejati, kita harus memilih, berkomitmen, dan berinteraksi
dengan Islam dalam segenap aspek kehidupan.
Berikut ini saya jabarkan secara
ringkas, sifat-sifat yang paling signifikan yang harus dimiliki oleh setiap
muslim agar pilihannya menjadi seorang muslim menjadi benar dan tulus.
1.
BENTUK KOMITMEN SEORANG MUSLIM
Mengislamkan Aqidah
Syarat pertama dalam berkomitmen
kepada Islam adalah : Aqidah seorang muslim harus lurus, jelas, dan benar,
sesuai tuntunan Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah saw. Oleh karena itu dapat
mengislamkan aqidah, maka wajib bagi seorang muslim untuk :
- Mengimani
bahwa pencipta alam semesta ini adalah Ilah yang Maha kuasa. Hal ini
terbukti dengan bergeraknya alam ini dengan sistem yang sangat baik,
teliti, dan harmonis. (QS. Al-Anbiya’ : 22)
- Mengimani
bahwa Al-Kholiq menciptakan alam semesta ini secara main-main atau tanpa
tujuan, karena Allah swt adalah Dzat yang Maha sempurna. (QS. Al-Mu’minun
: 115-116)
- Mengimani
bahwa Allah swt telah mengutus para Rasul dan menurunkan kitab-kitab suci
sebagai sarana agar manusia mengenal-Nya. (QS. An-Nahl : 36)
- Mengimani
bahwa tujuan diciptakannya manusia adalah untuk mengenal dan mengabdi pada
Allah swt. (QS. Adz-Dzariyat : 56-58)
- Mengimani
bahwa balasan bagi mu’min yang taat adalah jannah dan orang kafir adalah
neraka. (QS. Asy-Syura : 7)
- Beriman
bahwa manusia melakukan amal yang baik atau buruk dengan pilihan dan
kehendaknya sendiri. (QS. Asy-Syams : 7-10).
- Mengimani
bahwa pembuat hukum hanyalah hak Allah yang tidak boleh dilangkahi, dan
seorang muslim boleh berijtihad yang disyari’atkan oleh Allah. (Q.S.
Asy-Syura : 10)
- Mengetahui
nama-nama dan sifat-sifat Allah swt yang sesuai dengan kebesaran-Nya.
- Merenungkan
ciptaan Allah dan bukan Dzat-Nya.
- Meyakini
bahwa kesempurnaan Allah swt yang tidak ada habis-habis dan hakikatnya
tidak bisa diukur oleh kemampuan akal manusia.
- Meyakini bahwa pendapat salaf lebih utama
diikuti untuk menutup peluang ta’wil dan ta’thil (nafikan sifat-sifat
Allah swt) serta menyerahkan makna hakiki dari nama dan sifat Allah itu
hanya kepada-Nya. Mengabdi kepada Allah dengan tidak menyekutukanNya.
- Harus
menyembah-Nya dan tidak menyekutukan-Nya. (QS. An-Nhal : 36)
- Hanya
takut kepada Allah swt dan tidak pernah takut kepada selain-Nya. (QS.
An-Nur :52)
- Berdzikir
kepada-Nya (QS. Ar-Ra’d : 28])
- Mencintai
Allah swt sampai hati seorang muslim dikuasai oleh-Nya dan terkait erat
dengan-Nya sehinggan mendorong ia lebih baik dan rela berkorban di jalan-Nya.
(QS. At-Taubah : 24)
- Bertawakkal
kepada Allah dalam segala urusan. (QS. At-Thalaq : 3)
- Bersyukur
kepada Allah atas nikmat-Nya yang tak terhitung. (QS. An-Nahl : 78, Yasin
: 33-35, Ibrahim : 7)
- Beristighfar
kepada-Nya, karena dapat memperbaharui taubat, iman, dan menghapus dosa. (QS.
An-Nisa’ :110, Ali-Imran : 135)
- Menyadari
bahwa diri selalu diawasi oleh-Nya.. (Q.S. Al-Mujadilah : 7)
Mengislamkan Ibadah
Ibadah
merupakan anak tangga yang menghubungkan makhluk dengan penciptanya. Untuk
menjadi muslim sejati dalam beribadah, ada beberapa tuntutan yang harus
dipenuhi :
1.
Menjadikan
ibadah dengan penuh hikmah dan tersambung dengan Allah swt
2.
Menjadikan
ibadah dengan khusyu
3.
Beribadah
dengan hati yang penuh kesadaran dan menjauhkan pikiran tentang kesibukan dunia
dan problematika yang ada di sekitarnya.
4.
Tidak
pernah merasa puas dan kenyang dalam beribadah
5.
Berusaha
untuk mengerjakan shakt tahajjud dan melatih diri untuk konsisten dalam
pelaksanaannya. (QS. Al-Muzzammil : 6, Adz-Dzariyat 17-18, As-Sajadah : 16)
6.
Mempunyai
waktu khusus untuk mengkaji dan merenungkan Al-Qur’an terutama di waktu subuh (QS.
Al-Isra’ : 78)
7.
Menjadikan
do’a sebagai mi’roj kepada Allah dalam setiap urusan, karena do’a adalah
intisari ibadah.
Mengislamkan Akhlak
Akhlak mulia adalah bukti dan buah
dari keimanan yang benar. Iman tidak berarti apa-apa jika tidak melahirkan
akhlak. Ada beberapa sifat penting yang harus dimiliki oleh seorang muslim
sejati dalam berakhlak, antara lain :
1.
Bersikap
wara’ dari segala hal yang syubhat
2.
Menjaga
pandangan (QS. An-Nur : 30)
3.
Menjaga
ucapan
4.
Malu
5.
Lapang
dada dan sabar (QS Asy-Syura : 43, Al-Hijr : 85)
6.
Jujur
7.
Tawadhu’
8.
Menjauhi
prasangka, ghibah, dan mencari-cari aib orang islam
9.
Murah
hati dan dermawan
10. Qudwah hasanah
Mengislamkan Rumah Tangga
Dan Keluarga
Kewajiban pertama yang harus dipikul
oleh seorang muslim, setelah kewajiban terhadap diri sendiri adalah bertanggung
jawab atas keluarga, anak-anaknya. Untuk membentuk rumah tangga yang islami maka
hal yang perlu dilakukan antara lain :
1. Tanggung jawab atas pernikahan
·
Pernikahan
yang lakukan harus karena Allah (
QS. Ali-Imran : 34)
·
Selektif
dalam pilihan kepada perempuan/ pria yang akan dipersuntingnya
·
Memiih
calon istri/ suami yang memiliki akhlak yang baik dan shalih/ah.Selalu
berhati-hati agar tidak melanggar perintah Allah swt dalam hal ini.
2. Tanggung jawab
setelah menukah
·
Berbuat
baik kepada istri dan mempergauliny dengan cara yang baik pula.
·
Hubungan
suami istri tidak hanya sebatas hubungan seks dan nafsu, namun sebekum itu
semua, di antara kedunya harus terbangun kesamaan pikiran, semangat dan emosi.
(QS. Thahaa : 132)Semua hubungan dengan istri/suami harus senantiasa selaras
dengan syariat Islam.
3. Tanggung jawab suami-istri dalam
mendidik anak
Tanggung jawab mendidik anak juga
harus kita islamkan agar anak memiliki mentalitas dan fikriyah yang kuat
sehingga akan membentuk suatu keluarga yang islami.
2. BENTUK KOMITMEN SEORANG MUSLIM KEPADA HARAKAH
ISLAMIYAH
Mempersembahkan Hidup
Untuk Islam
Berkenaan dengan ini, manusia dibagi
menjadi 3
- Manusia yang mengabdikan hidupnya untuk dunia
- Manusia yang hidupnya tidak jelas
- Manusia yang menganggap kehidupan dunia sebagai bagi
kehidupan akhirat
Harakah Ismilyah : Tugas, Karakteristik,
dan Bekal
Tugas
Harakah Islamiyah adalah : mengarahkan manusia agar menyembah
Allah swt, baik individu maupun kelompok, melalui usaha membangun masyarakat
Islami yang mengadopsi hukum-hukum dan ajaran-ajarannya dari Al-Qur’an dan
sunah Rasulullah saw. Adapun Karakteristik dari Harakah Islamiyah adalah ; Rabbaniyah, independen, modern, komprehensif, menghindari permasalahan khilafiyah dalam fiqih. Dan bekal dari harakah Islamiyah itu sendiri adalah ; memiliki keimanan yang sangat kuat terhadap Allah swt, manhaj, ukhwah dan balasan dari Allah swt., percaya dengan diri sendiri dan jihad.
Sungguh
banyak orang yang menganut Islam sebatas identitas (KTP) atau menganut karena
lahir dari orang tua yang muslim. Sebenarnya, kedua model muslim di atas
sama-sama tidak mengerti, apa arti keberadaannya sebagai muslim? Mereka tidak
tahu konsekuensi yang harus ditanggung ketika menyatakan diri sebagai muslim.
Semoga resume ini, dapat menjawab semua pertanyaan seperti di atas sekaligus
menjelaskan apa yang dituntut oleh Islam dari setiap pemeluknya. Hal ini
ditujukan agar keberadaannya sebagai muslim menjadi lurus dan murni sehingga ia
benar-benar menjadi muslim sejati.
** Ya Rabb jadikan ikhtiar dan do'a-do'a kami menjadi sarana sebagai jembatan untuk menjadi muslim yang sebenar-benarnya muslim....
